Kasus Arya Bocah Penderita Obesitas

Slimming Capsule – Obesitas adalah suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. Penyakit jenis ini bahkan lebih rentan kepada anak.

Kasus Arya Bocah Penderita Obesitas

Kasus Arya Bocah Penderita Obesitas Di Indonesia

Anak yang menderita obesitas memiliki kelebihan energi yang disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Hal ini terjadi karena beberapa faktor, diantaranya seperti faktor genetik serta faktor lingkungan yang terdiri dari aktivitas fisik, faktor nutrisional dan juga faktor sosial ekonomi.

Lain halnya dengan artikel saya sebelumnya, yaitu tentang Kasus Penderita Anoreksia Di Dunia yang terlampau kurus. Mereka hanya terlihat seperti tulang yang dibungkus kulit saja. Kasus itu akibat dari kepercayaan diri mereka yang kurang serta ketidak puasan dengan bentuk tubuh yang mereka miliki sekarang dengan artian mereka merasa terlihat gemuk lalu mereka melakukan program melangsingkan tubuh, dan bahkan adapun yang menempuh program itu dengan cara ekstrim tanpa menghiraukan efek samping dan akibatnya. Dan di artikel saya kali ini, saya akan membahas tentang kasus obesitas pada anak.

Anak menderita obesitas itu dikarenakan oleh mereka makan lebih banyak dari yang dibutuhkan dan kelebihan energi disimpan sebagai lemak. Obesitas atau kegemukan pada anak disebabkan juga karena ada kecenderungan oleh faktor-faktor turunan di dalam metabolisme mereka atau juga mungkin karena pola makan keluarga.

Kasus obesitas seorang bocah yang bernama Arya Permana yang berasal dari Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dianggap pertama kali terjadi di Indonesia dan juga masuk dalam kategori terberat di dunia. Hal ini disimpulkan ketika menelusuri pencariannya di internet terkait, terdapat sejumlah bocah yang memiliki berat badan berlebihan namun beratnya tak berbeda jauh dengan Arya. Arya memiliki berat 190 atau hampir 200 kilogram, sungguh mengejutkan bukan? Sedangkan dia hanya berumur 10 tahun.

Ketika Arya lahir, dia memiliki berat badan normal yaitu 3,8 kilogram. Dia juga tumbuh normal sebagaimana anak-anak lainnya hingga usia 4 tahun. Memasuki usia 4-5 tahunlah baru berat badannya bertambah drastis. Mengapa tidak, karena asupan makanannya yang mencapai 6.800 kalori perhari. Padahal anak seusianya hanya butuh sekitar 2.300 kalori perhari. Dengan kejadian ini, orang tua perlu tahu bagaimana cara mengasuh anak dalam hal makanan yang dia konsumsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *